Halaman

Kamis, 24 Februari 2022

Menghidupkan Kelas dengan Pembelajaran Berdiferensiasi (Modul 2.1 Guru Penggerak)

Selamat datang Bapak Ibu Guru Hebat

Pembelajaran Berdiferensiasi 


Apakah Bapak ibu guru pernah "merasa gagal" dalam menhidupkan pembelajaran di kelas?, masih terjadi teacher center, respon murid di kelas begitu-begitu saja, kelas kurang aktif dan monoton?. Tentu saja bukan kelas pasif seperti itu yang kita ingin hadirkan.

Wah, Bapak Ibu guru berada di blog yang tepat untuk menemukan solusi dari kendala yang Bapak Ibu hadapi.

Seperti kita ketahui bahwa dalam proses pembelajaran ada 3 komponen didalam kelas, yaitu guru, murid dan lingkungan.

Diibaratkan Guru adalah seorang Dokter, dan murid diibaratkan pasien dalam sebuah lingkungan (sekolah) yang pasti tidak semua penyakit yang diderita para pasien adalah sama. Oleh karena itu, sebelum Dokter menuliskan resep, maka perlu adanya analisis gejala sehingga ditemukan kebutuhan para pasien yang beragam tersebut, yang harus Dokter penuhi agar bisa tercapai tujuan kesembuhan yang ditargetkan. Pasien dengan penyakit mata maka akan mendapatkan obat mata, pasien dengan penyakit flu maka akan mendapatkan obat flu. Artinya Dokter akan membuat resep berdasarkan kebutuhan pasien.

Maka seorang Guru dalam "mencapai" tujuan pembelajaran pada sebuah kelas juga membutuhkan "resep obat" yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang mampu mengakomodasi berdasarkan kebutuhan murid. Pembelajaran yang diciptakan guru yang berorientasi terhadap kebutuhan murid inilah yang saat lebih dikenal dengan pembelajaran berdiferensiasi.

Lalu bagaimana menyusun pembelajaran berdiferensiasi tersebut? Serta bagaimana penerapan didalam kelas?

Alur Dokter meresepkan obat kepada pasien sesuai dengan penyakitnya, pemilihan jenis obat (sirup/ pil/ kapsul) menyesuaikan dengan kesukaan pasien maka pasien akan memiliki keinginan kuat untuk mengkonsumsi obat yang diberikan sehingga kemungkinan sukses sembuh juga semakin besar.

Begitu juga seorang Guru yang bisa menciptakan situasi agar murid lebih bersemangat mengikuti pembelajaran, dengan mendesain pembelajaran sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang sebelumnya sudah dimiliki (kesiapan belajar), tugas dan kegiatan belajar sesuai dengan (minat) murid sehingga memicu keingintahuan mereka, dan tugas akhir yang harus murid selesaikan disajikan dengan cara yang mereka sukai (profil pelajar).

maka untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang demikian, modal awal seorang guru adalah "merencanakan" yang tertuang dalam RPP. Dalam penyusunan RPP yang berdiferensiasi tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: 

A. Keberagaman kebutuhan belajar murid, pada aspek ini dibagi menjadi 3 yaitu:

1. Aspek kebutuhan belajar berdasarkan kesiapan belajar murid (readiness)

2. Aspek Kebutuhan belajar berdasarkan minat murid

3. Aspek kebutuhan belajar berdasarkan profil belajar murid


1. Kesiapan Belajar



2. Minat

3. Profil Pelajar

menyesuaikan dengan latar belakang lingkunan murid, tipe gaya belajar murid.

Dalam hal ini guru dapat menyiasati dengan penggunaan media dan metode lebih dari 1.


Keterkaitan materi dengan modul 1 Guru penggerak adalah:

1. Dengan menerapkan pembalajaran berdiferensiasi, maka sebenarnya kita melaksanakan pembelajaran sesuai dengan filosofi KHD bahwa "Pendidikan yang merdeka" artinya murid bebas memilih sesuai dengan kesiapan belajar, minat belajar dan profil pelajar yang mereka miliki.

2. Filosofi KHD bahwa guru diibaratkan petani yang tugasnya menyiapkan lahan berdasarkan kebutuhan bibit yang akan ditanam (kebutuhan murid). Sehingga dalam pembelajaran berdiferensiasi digunakan lebih dari 1 jenis media dan metode yang digunakan.

3. Dalam nmenyusun dan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi tersebut maka Guru terdorong (mandiri) untuk selalu berinovasi untuk menemukan, merencanakan dan menggunakan media dan model pembelajaran yang beragam, sehingga guru sangat baik berkolaborasi dengan rekan sejawat untuk menciptakan pembelajaran yang berpihak kepada murid yaitu dengan memberikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid. Dari proses perencanaan & pelaksanaan, pasti dibutuhkan refleksi diri untuk menilai kekurangan dan kelebihan sebagai bahan pengembangan pembelajaran selanjutnya..

4. Dengan terciptanya suasana pembelajran yang menyenangkan, berpihak berdasarkan kebutuhan murid, penggunaan media dan metode yang lebih dari 1, berarti kita menciptakan lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan murid.

Terima kasih atas kunjungan pada blog ini.

Salam dan Bahagia





Jumat, 18 Februari 2022

Sabtu, 29 Januari 2022

AKSI NYATA MODUL 1. GURU PENGGERAK ANGKATAN 4

 AKSI NYATA

PENGIMBASAN GURU PENGGERAK MODUL 1

CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 4

KABUPATEN PASURUAN

 

Pelaksanaan kegiatan Calon Guru Penggerak angkatan di penghujung modul 1.4. adalah kegiatan untuk mengimplementasikan terkait budaya positif yang dapat membantu murid belajar dengan aman dan nyaman sesuai filosofi KHD. berbagi pemahaman dan pengalaman kepada guru-guru di sekitar.

Pada aksi nyata pengimplementasikan budaya positif tersebut terbagi menjadi 3 tahap kegiatan, yaitu:

1.    Aksi nyata kepada siswa yang dilaksanakan secara bertahap pada 7 kelas yang saya ampuh, yaitu kelas 7A sampai 7G selama akhir bulan Desember 2021 sampai awal Januari 2022.

Dengan mendesain pembelajaran aman dan nyaman sesuai filosofi KHD, menerapkan model pembelajaran dengan permainan, metode coaching antar siswa sehingga mereka lebih aktif

Windows shopping
Choaching teman sejawat

Motivasi Pribadi

   


2.    Pengimbasan kedua kepada teman sejawat yang dilaksanakan pada  selasa, 11 Januari 2022.

Pengimbasan dengan teman sejawat di SMPN 1 Tutur yang dilaksanakan serentak dengan 3 CGP, dengan membagi menjadi 3 kelompok besar dengan coaching masing-masing CGP. Pembagian peserta tiap CGP adalah 10 orang.

Kegiatan inti dilaksanakan dengan menghabiskan waktu 1 jam, dengan persiapan kelas 10 menit.

Desain pelaksanaan kegiatan pengimbasan tersebut adalah dengan memadukan materi dengan media permainan dan olah fisik sehingga teman sejawat merasa nyaman dan tetap semangat sampai akhir, tidak bosan ataupun mengantuk.

 

Nilai Guru

Profil Pelajar Pancasila

 

 



 


3.    Pengimbasan yang ketiga dilaksanakan pada kegiatan MGBK SMP/ MTs Negeri dan Swasta se Kabupaten Pasuruan, yang dilaksanakan secara berkolaborasi dengan CGP lain yang berasal dari bidang studi Bimbingan dan Konseling, yang dilaksanakan pada Kamis 20 Januari 2022.

Pada kegiatan ini dilaksanakan selama 180 menit, dengan pembagian narasumber/ coaching secara bergantian antara 3 CGP.

Desain kegiatan dengan menggabungkan materi menggunakan canva, penerapan ice breaking pada menit-menit jenuh, berbagai permainan dengan menempel, mencocokkan, bergiliran menyampaikan. Kegiatan yang berjalan selama 3 jam tersebut mendapat tanggapan positif dan antusias dari teman sejawat di MGBK Kab Pasuruan.

 



Pembukaan kegiatan aksi nyata CGP

Nilai Guru



Profil Pelajar Pancasila


Berikut lampiran link dari kegiatan pengimbasan tersebut:

Link rangkuman video pelaksanaan pengimbasan: https://youtu.be/Eoh2AZ47mbw

Link materi dengan media canva: https://www.canva.com/design/DAEzLQAMFvI/lwGe62WAEdSMJ4x8yzdRJw/view?utm_content=DAEzLQAMFvI&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton


Selasa, 24 Agustus 2021

MINAT DAN BAKAT

 MENGENAL BAKAT DAN MINAT

§ Bakat :Anugerah Tuhan YME kepada setiap manusia, berupa kemampuan dasar yang masih terpendam. Bakat masih berupa bibit atau bahan yang akan berkembang apabila didukung oleh lingkungan.

 

Ada 2 jenis bakat, yaitu:

1.    Kemampuan pada bidang khusus. Misalnya bakat musik, melukis, dll.

2.  Bakat khusus yang dibutuhkan sebagai perantara untuk merealisir kemampuan    khusus , misalnya bakat melihat ruang (dimensi) dibutuhkan untuk merealisasi kemampuan di bidang taknik arsitek.

 

Jenis Bakat

Bakat dibedakan atas bakat umum dan bakat  khusus.

Berbakat atau gifted, diartikan sebagai bakat intelektual (baik umum atau  khusus)

dan talent sebagai bakat-bakat khusus, misalnya dalam seni musik atau seni rupa.

Bakat-bakat tersebut terwujud meliputi :

1.    Kemampuan intelektual umum

2.    Kemampuan akademik khusus

3.    Kemampuan berpikir secara kreatif -produktif

4.    Kemampuan dalam salah satu bidang seni

5.    Kemampuan psikomotorik/kinestetik

6.    Kemampuan psikososial atau bakat kepemimpinan

 

§ Minat   : Kecenderungan seseorang atau rasa suka seseorang terhadap sesuatu.

 

Ciri-ciri Minat

Menurut Slameto ciri-ciri minat yang ada  pada diri masing-masing individu sebagai berikut :

1.    Minat tidak dibawa sejak lahir melainkan dibentuk dan dipelajari kemudian

2.    Minat dapat diekspresikan melalui suatu pertanyaan yang menunjukkan  bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lain.

3.    Minat dapat dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktifitas

4.    Minat mempunyai segi motivasi dan perasaan

5.    Seseorang yang memiliki minat terhadap suatu obyek akan cenderung  memberikan perhatian yang lebih besar terhadap obyek tersebut.

Seseorang yang memiliki minat cenderung akan lebih perhatian terhadap subyek tersebut Seseorang akan memiliki perasaan senang ketika ia melakukan  kegiatan yang diminatinya. Hal ini antara minat dengan berperasaan senang  terhadap hubungan timbal balik, sehingga akan terjadi hubungan, jika Seseorang yang  berperasaan senang maka akan berminat, begitu pula sebaliknya Seseorang  berperasaan tidak senang, maka ia cenderung tidak berminat

 

§  Potensi          : Kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan.

§  Kemampuan   :        Kecakapan yang diperoleh dari latihan-latihan.

§  Prestasi         : Kemampuan dalam bidang tertentu yang dioptimalkan

§  Hobi             : Hobi penting bagi seseorang karena membawa arti yang sangat besar bagi kehidupannya.

Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu senggang. Orang yang enjoy dengan hobinya tidak mudah mengalami stres karena hobi biasanya membawa pengaruh positif , bila kita sedang merasa sedih tidak ada teman yang membantu menghilangkan kesedihan maka lampiaskan kesedihan dengan menjalankan hobi kita, saja hobi masak, di waktu senggang kita mencoba masak kue dan kue dicoba enak maka tidak ada salahnya kue tersebut dijual ke warung-warung terdekat. Hobi hampir mirip dengan minat, tetapi masih dibawah minat. Sifatnya lebih dipengaruhi lingkungan, sering berubah-ubah dan tidak ada unsur-unsur kemampuan dasar yang dimiliki. Ada orang yang masa kecilnya punya hobi tertentu, melukis misalnya tetapi setelah besar hobinya sepak bola. Kalau melukis hanya sekedar hobi, jika tidak dikursuskan dan tidak sering dikerjakan maka akan hilang dengan sendirinya karena sudah merasa tidak tertarik lagi atau mulai tertarik pada hal lain. Berbeda dengan orang yang berbakat melukis maka dia akan terus menekuninya. 



Dari contoh diatas dapat disimpulan bahwa bakat/minat dan kemampuan sangat membantu dalam keberhasilan suatu pekerjaan/karier.

Senin, 25 Januari 2021

MENGENAL BIMBINGAN DAN KONSELING (materi BK Kelas VII)

Bimbingan Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling (face to face) oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli serta dapat memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki dan sarana yang ada, sehingga individu atau kelompok individu itu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai perkembangan yang optimal, mandiri serta dapat merencanakan masa depan yang lebih baik untuk mencapai kesejahteraan hidup (mnurut Itjen Kemendikbud) Berdasarkan pasal 27 peraturan pemerintah No. 29/1990 ”Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upayapenemuan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan”

Tujuan Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan konseling bertujuan membantu peserta didik mencapai tugas-tugas perkembangan secara optimal sebagai makhluk tuhan, sosial, dan pribadi. 
Lebih lanjut tujuan bimbingan dan konseling adalah membantu individu dalam mencapai : 
• kebahagian hidup pribadi sebagai makhluk tuhan, 
• kehidupan yang produktif dan efektif dalam masyarakat,
 • hidup bersama dengan individu-individu lain, 
• harmoni antara cita-cita mereka dengan kemampuan yang dimilikinya. (Wardati dan Jauhar 2011:28 

Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: 
1. mengenal dan memahami potensi, kekuatan dan tugas- tugas perkembangannya, 
2. mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada dilingkungannya, 
3. mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut, 
4. memahami dan mengatasi kesulitan- kesulitan sendiri 
5. menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya, kepentingan lembaga tenpat kerja dan masyarakat, 
6. menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya; dan 
7. menggunakan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara tepat dan teratur secara optimal.

Senin, 23 April 2018

Kali ini saya akan membahas tentang permasalahan yang sering dialami terutama oleh remaja, tapi tidak menutup kemungkinan juga akan dialami oleh mereka yang sudah brusia bahkan menikah. Tema kali ini adalah "Bagaimana kita berdamai dengan masa lalu yang telah melukai" Atau bahasa kerennya adalah "Move On". Hal yang kita bahas pertama adalah penyebab luka itu apa?. Cinta, ya tentu kita terluka karena kita mencintai. Kadar luka yang akan diderita seseorang berbanding lurus dengan kadar cinta yang telah diserahkan kepada pihak kedua tersebut. Artinya semakin besar rasa cinta dan pengorbanan yang telah kita persembahkan untuk dia, maka luka yang akan kita alami ketika sebuah kekecewaan terhadap kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan adalah semakin besar juga. Dan sebaliknya, jika cinta & pengorbanan yang kita berikan adalah kecil maka luka yang timbul kemidian pun akan kecil.