Halaman

Minggu, 13 Maret 2022

STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK (SKKPD) UNTUK JENJANG SD, SMP DAN SMA/ SMK

 

STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK (SKKPD)

UNTUK JENJANG SD, SMP DAN SMA/ SMK


1.   1.  UNTUK JENJANG SD/ MI

No

Aspek Perkembangan

Tataran/Internalisasi Tujuan

Pengenalan

Akomodasi

Tindakan

1

Landasan hidup religius

Mengenal bentuk-bentuk dan tata cara ibadah sehari-hari

Tertarik pada kegiatan ibadah sehari

Melakukan bentuk-bentuk ibadah sehari-hari

2

Landasan perilaku etis

Mengenal patokan baik-buruk atau benar salah dalam berperilaku

Menghargai aturan-aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari

Mengikuti aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari

3

Kematangan emosi

Mengenal perasaan diri sendiri dan orang lain

Memahami perasaan diri sendiri dan orang lain

Mengekspresikan perasaan secara wajar

4

Kematangan intelektual

Mengenal konsep-konsep dasar ilmu pengetahuan dan perilaku belajar

Menyenangi berbagai aktifitas perilaku belajar

Melibatkan diri dalam berbagai aktifitas perilaku belajar

5

 tanggung jawab sosial Kesadaran

Mengenal hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam lingkungan kehidupan sehari -hari

Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam lingkungan kehidupan sehari-hari

Berinteraksi dengan orang lain dalam suasana persahabatan

6

Kesadaran gender

Mengenal diri sebagai laki-laki atau perempuan

Menerima atau menghargai diri sebagai laki-laki atau perempuan

Berperilaku sesuai dengan peran sebagai laki-laki atau perempuan

7

Pengembangan diri

Mengenal keadaan diri dalam lingkungan dekatnya

Menerima keadaan diri sebagai bagian dari lingkungan

Menampilkan perilaku sesuai dengan keberadaan diri dalam lingkungannya

8

Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis)

Mengenal perilaku hemat, ulet sungguh-sungguh dan konpetitif dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan dekatnya

Memahami perilaku hemat, ulet sungguh-sungguh dan konpetitif dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan dekatnya

Menampilkan perilaku hemat, ulet sungguh-sungguh dan konpetitif dalam kehidupan sehari-hari di lingkungannya

9

Wawasan dan kesiapan karier

Mengenal ragam pekerjaan dan aktivitas orang dalam kehidupan

Menghargai ragam pekerjaan dan aktivitas sebagai hal yang saling bergantung

Mengekspresikan ragam pekerjaan dan aktivitas orang dalam lingkungan kehidupan

10

Kematangan hubungan dengan teman sebaya

Mengenal norma- norma dalam berinteraksi dengan teman sebaya

Menghargai norma -norma yang dijunjung tinggi dalam menjalin persahabatan dengan teman sebaya

Menjalin persahabatan dengan teman sebaya atas dasar norma yang dijunjung tinggi bersama


 

  2.  UNTUK JENJANG SMP/ MTs

No

Aspek Perkembangan

Tataran/Internalisasi Tujuan

Pengenalan

Akomodasi

Tindakan

1

Landasan hidup religius

Mengenal arti dan tujuan ibadah

Berminat mempelajari arti dan tujuan ibadah

Melakukan berbagai kegiatan ibadah dengan kemauan sendiri

2

Landasan perilaku etis

Mengenal alasan perlunya mentaati aturan/norma berperilaku

Memahami keragaman aturan/patokan dalam berperilaku dalam konteks budaya

Bertindak atas pertimbangan diri terhadap norma yang berlaku

3

Kematangan emosi

Mengenal cara-cara mengekspresikan perasaan secara wajar

Memahami keragaman ekspresi perasaan diri dan perasaan orasaan orang lain

Mengekspresikan perasaan atas dasar pertimbangan kontekstual

4

Kematangan intelektual

Mempelajari cara-cara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah

Menyadari adanya resiko dari pengambilan keputusan

Mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan resiko yang mungkin terjadi.

5

Kesadaran tanggung jawab sosial

Mempelajari cara-cara memperoleh hak dan memenuhi kewajiban dalam lingkungan kehidupan sehari-hari

Menghargai nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari

Berinteraksi dengan orang lain atas dasar nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan hidup.

6

Kesadaran gender

Mengenal peran-peran sosial sebagai laki-laki atau perempuan

Menghargai peranan diri dan orang lain sebagai laki-laki atau perempuan dalam kehidupan sehari-hari

Berinteraksi dengan lain jenis secara kolaboratif dalam memerankan peran jenis

7

Pengembangan diri

Mengenal kemampuan dan keinginan diri

Menerima keadaan diri secara positif

Meyakini keunikan diri sebagai aset yang harus dikembangkan secara harmonis dalam kehidupan

8

Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis)

Mengenal nilai-nilai perilaku hemat, ulet sungguh-sungguh dan konpetitif dalam kehidupan sehari-hari.

Menyadari manfaat perilaku hemat, ulet sungguh-sungguh dan konpetitif dalam kehidupan sehari-hari.

Membiasakan diri hidup hemat, ulet sungguh-sungguh dan konpetitif dalam kehidupan sehari-hari.

9

Wawasan dan kesiapan karier

Mengekspresikan ragam pekerjaan, pendidikan dan aktivitas dalam dengan kemampuan diri

Menyadari keragaman nilai dan persyaratan dan aktivitas yang menuntut pemenuhan kemampuan tertentu

Mengidentifikasi ragam alternatif pekerjaan, pendidikan dan aktifitas yang mengandung relevansi dengn kemampuan diri

10

Kematangan hubungan dengan teman sebaya

Mempelajari norma-norma pergaulan dengan teman sebaya yang beragam latar belakangnya

Menyadari keragaman latar belakang teman sebaya yang mendasari pergaulan

Bekerja sama dengan teman sebaya yang beragam latar belakangnya


3. 
UNTUK JENJANG SMA/ SMK/ MA/ MAK

No

Aspek Perkembangan

Tataran/Internalisasi Tujuan

Pengenalan

Akomodasi

Tindakan

1

Landasan hidup religius

Mempelajari hal ihwal ibadah

Mengembangkan pemikiran tentang kehidupan beragama

Melaksanakan ibadah atas keyakinan sendiri disertai sikap toleransi

2

Landasan perilaku etis

Mengenal keragaman sumber norma yang berlaku di masyaraakat

Menghargai Keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambilan keputusan

Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek etis

3

Kematangan emosi

Mempelajari cara-cara menghindari konflik dengan orang lain

Bersikap toleran terhadap ragam ekspresi perasaan diri sendiri dan orang lain

Mengekspresikan perasaan dalam cara-cara yang bebas,terbuka dan tidak menimbulkan konflik

4

Kematangan intelektual

Mempelajari cara-cara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah secara objektif

Menyadari akan keragaman alternatif keputusan dan konsekuensi yang dihadapinya

Mengambil keputusan dan pemecahan masalah atas dasar informasi/data secara obyektif

5

Kesadaran tanggung jawab sosial

Mempelajari keragaman interaksi sosial

Menyadari nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalam konteks keragaman interaksi sosial

Berinteraksi dengan orang lain atas dasar kesamaan

6

Kesadaran gender

Mempelajari perilaku kolaborasi antar jenis dalam ragam kehidupan

Menghargai keragaman peraan laki-laki atau perempuan sebagai aset kolaborasi dan keharmonisan hidup

Berkolaborasi secara harmonis dengan lain jenis dalam keragaman peran

7

Pengembangan diri

Mempelajari keunikan diri dalam konteks kehidupan sosial

Menerima keunikan diri dengan segala kelebihan dan kekurangannya

Menampilkan keunikan diri secara harmonis dalam keragaman

8

Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis)

Mempelajari strategi dan peluang untuk berperilaku hemat,ulet, sengguh-sungguh dan kompetitif dalam keragaman kehidupan

Menerima nilai-nilai hidup hemat,ulet sungguh-sungguh dan kompetitif sebagai aset untuk mencapai hidup mandiri

Menampilkan hidup hemat, ulet, sungguh-sungguh dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri

9

Wawasan dan kesiapan karier

Mempelajari kemampuan diri, peluang dan ragam pekerjaan, pendidikan, dan aktifitas yang terfokus pada pengembangan alternatif karir yang lebih terarah

Internalisasi nilai-niolai yang melandasi pertimbangan pemilihan alternatif karir

Mengembangkan alternatif perencanaan karir dengan mempertimbangkan kemampuan, peluang dan ragam karir

10

Kematangan hubungan dengan teman sebaya

Mempelajari cara-cara membina dan kerjasama dan toleransi dalam pergaulan dengan teman sebaya

Menghargai nilai-nilai kerjasama dan toleransi sebagai dasar untuk menjalin persahabatan dengan teman sebaya

Mempererat jalinan persahabatan yang lebih akrab dengan memperhatikan norma yang berlaku

11

Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga

Mengenal norma-norma pernikahan dan berkeluarga

Mengharagai norma-norma pernikahan dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis

Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga


Kamis, 24 Februari 2022

Menghidupkan Kelas dengan Pembelajaran Berdiferensiasi (Modul 2.1 Guru Penggerak)

Selamat datang Bapak Ibu Guru Hebat

Pembelajaran Berdiferensiasi 


Apakah Bapak ibu guru pernah "merasa gagal" dalam menhidupkan pembelajaran di kelas?, masih terjadi teacher center, respon murid di kelas begitu-begitu saja, kelas kurang aktif dan monoton?. Tentu saja bukan kelas pasif seperti itu yang kita ingin hadirkan.

Wah, Bapak Ibu guru berada di blog yang tepat untuk menemukan solusi dari kendala yang Bapak Ibu hadapi.

Seperti kita ketahui bahwa dalam proses pembelajaran ada 3 komponen didalam kelas, yaitu guru, murid dan lingkungan.

Diibaratkan Guru adalah seorang Dokter, dan murid diibaratkan pasien dalam sebuah lingkungan (sekolah) yang pasti tidak semua penyakit yang diderita para pasien adalah sama. Oleh karena itu, sebelum Dokter menuliskan resep, maka perlu adanya analisis gejala sehingga ditemukan kebutuhan para pasien yang beragam tersebut, yang harus Dokter penuhi agar bisa tercapai tujuan kesembuhan yang ditargetkan. Pasien dengan penyakit mata maka akan mendapatkan obat mata, pasien dengan penyakit flu maka akan mendapatkan obat flu. Artinya Dokter akan membuat resep berdasarkan kebutuhan pasien.

Maka seorang Guru dalam "mencapai" tujuan pembelajaran pada sebuah kelas juga membutuhkan "resep obat" yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang mampu mengakomodasi berdasarkan kebutuhan murid. Pembelajaran yang diciptakan guru yang berorientasi terhadap kebutuhan murid inilah yang saat lebih dikenal dengan pembelajaran berdiferensiasi.

Lalu bagaimana menyusun pembelajaran berdiferensiasi tersebut? Serta bagaimana penerapan didalam kelas?

Alur Dokter meresepkan obat kepada pasien sesuai dengan penyakitnya, pemilihan jenis obat (sirup/ pil/ kapsul) menyesuaikan dengan kesukaan pasien maka pasien akan memiliki keinginan kuat untuk mengkonsumsi obat yang diberikan sehingga kemungkinan sukses sembuh juga semakin besar.

Begitu juga seorang Guru yang bisa menciptakan situasi agar murid lebih bersemangat mengikuti pembelajaran, dengan mendesain pembelajaran sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang sebelumnya sudah dimiliki (kesiapan belajar), tugas dan kegiatan belajar sesuai dengan (minat) murid sehingga memicu keingintahuan mereka, dan tugas akhir yang harus murid selesaikan disajikan dengan cara yang mereka sukai (profil pelajar).

maka untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang demikian, modal awal seorang guru adalah "merencanakan" yang tertuang dalam RPP. Dalam penyusunan RPP yang berdiferensiasi tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: 

A. Keberagaman kebutuhan belajar murid, pada aspek ini dibagi menjadi 3 yaitu:

1. Aspek kebutuhan belajar berdasarkan kesiapan belajar murid (readiness)

2. Aspek Kebutuhan belajar berdasarkan minat murid

3. Aspek kebutuhan belajar berdasarkan profil belajar murid


1. Kesiapan Belajar



2. Minat

3. Profil Pelajar

menyesuaikan dengan latar belakang lingkunan murid, tipe gaya belajar murid.

Dalam hal ini guru dapat menyiasati dengan penggunaan media dan metode lebih dari 1.


Keterkaitan materi dengan modul 1 Guru penggerak adalah:

1. Dengan menerapkan pembalajaran berdiferensiasi, maka sebenarnya kita melaksanakan pembelajaran sesuai dengan filosofi KHD bahwa "Pendidikan yang merdeka" artinya murid bebas memilih sesuai dengan kesiapan belajar, minat belajar dan profil pelajar yang mereka miliki.

2. Filosofi KHD bahwa guru diibaratkan petani yang tugasnya menyiapkan lahan berdasarkan kebutuhan bibit yang akan ditanam (kebutuhan murid). Sehingga dalam pembelajaran berdiferensiasi digunakan lebih dari 1 jenis media dan metode yang digunakan.

3. Dalam nmenyusun dan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi tersebut maka Guru terdorong (mandiri) untuk selalu berinovasi untuk menemukan, merencanakan dan menggunakan media dan model pembelajaran yang beragam, sehingga guru sangat baik berkolaborasi dengan rekan sejawat untuk menciptakan pembelajaran yang berpihak kepada murid yaitu dengan memberikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid. Dari proses perencanaan & pelaksanaan, pasti dibutuhkan refleksi diri untuk menilai kekurangan dan kelebihan sebagai bahan pengembangan pembelajaran selanjutnya..

4. Dengan terciptanya suasana pembelajran yang menyenangkan, berpihak berdasarkan kebutuhan murid, penggunaan media dan metode yang lebih dari 1, berarti kita menciptakan lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan murid.

Terima kasih atas kunjungan pada blog ini.

Salam dan Bahagia





Jumat, 18 Februari 2022

Sabtu, 29 Januari 2022

AKSI NYATA MODUL 1. GURU PENGGERAK ANGKATAN 4

 AKSI NYATA

PENGIMBASAN GURU PENGGERAK MODUL 1

CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 4

KABUPATEN PASURUAN

 

Pelaksanaan kegiatan Calon Guru Penggerak angkatan di penghujung modul 1.4. adalah kegiatan untuk mengimplementasikan terkait budaya positif yang dapat membantu murid belajar dengan aman dan nyaman sesuai filosofi KHD. berbagi pemahaman dan pengalaman kepada guru-guru di sekitar.

Pada aksi nyata pengimplementasikan budaya positif tersebut terbagi menjadi 3 tahap kegiatan, yaitu:

1.    Aksi nyata kepada siswa yang dilaksanakan secara bertahap pada 7 kelas yang saya ampuh, yaitu kelas 7A sampai 7G selama akhir bulan Desember 2021 sampai awal Januari 2022.

Dengan mendesain pembelajaran aman dan nyaman sesuai filosofi KHD, menerapkan model pembelajaran dengan permainan, metode coaching antar siswa sehingga mereka lebih aktif

Windows shopping
Choaching teman sejawat

Motivasi Pribadi

   


2.    Pengimbasan kedua kepada teman sejawat yang dilaksanakan pada  selasa, 11 Januari 2022.

Pengimbasan dengan teman sejawat di SMPN 1 Tutur yang dilaksanakan serentak dengan 3 CGP, dengan membagi menjadi 3 kelompok besar dengan coaching masing-masing CGP. Pembagian peserta tiap CGP adalah 10 orang.

Kegiatan inti dilaksanakan dengan menghabiskan waktu 1 jam, dengan persiapan kelas 10 menit.

Desain pelaksanaan kegiatan pengimbasan tersebut adalah dengan memadukan materi dengan media permainan dan olah fisik sehingga teman sejawat merasa nyaman dan tetap semangat sampai akhir, tidak bosan ataupun mengantuk.

 

Nilai Guru

Profil Pelajar Pancasila

 

 



 


3.    Pengimbasan yang ketiga dilaksanakan pada kegiatan MGBK SMP/ MTs Negeri dan Swasta se Kabupaten Pasuruan, yang dilaksanakan secara berkolaborasi dengan CGP lain yang berasal dari bidang studi Bimbingan dan Konseling, yang dilaksanakan pada Kamis 20 Januari 2022.

Pada kegiatan ini dilaksanakan selama 180 menit, dengan pembagian narasumber/ coaching secara bergantian antara 3 CGP.

Desain kegiatan dengan menggabungkan materi menggunakan canva, penerapan ice breaking pada menit-menit jenuh, berbagai permainan dengan menempel, mencocokkan, bergiliran menyampaikan. Kegiatan yang berjalan selama 3 jam tersebut mendapat tanggapan positif dan antusias dari teman sejawat di MGBK Kab Pasuruan.

 



Pembukaan kegiatan aksi nyata CGP

Nilai Guru



Profil Pelajar Pancasila


Berikut lampiran link dari kegiatan pengimbasan tersebut:

Link rangkuman video pelaksanaan pengimbasan: https://youtu.be/Eoh2AZ47mbw

Link materi dengan media canva: https://www.canva.com/design/DAEzLQAMFvI/lwGe62WAEdSMJ4x8yzdRJw/view?utm_content=DAEzLQAMFvI&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton


Selasa, 24 Agustus 2021

MINAT DAN BAKAT

 MENGENAL BAKAT DAN MINAT

§ Bakat :Anugerah Tuhan YME kepada setiap manusia, berupa kemampuan dasar yang masih terpendam. Bakat masih berupa bibit atau bahan yang akan berkembang apabila didukung oleh lingkungan.

 

Ada 2 jenis bakat, yaitu:

1.    Kemampuan pada bidang khusus. Misalnya bakat musik, melukis, dll.

2.  Bakat khusus yang dibutuhkan sebagai perantara untuk merealisir kemampuan    khusus , misalnya bakat melihat ruang (dimensi) dibutuhkan untuk merealisasi kemampuan di bidang taknik arsitek.

 

Jenis Bakat

Bakat dibedakan atas bakat umum dan bakat  khusus.

Berbakat atau gifted, diartikan sebagai bakat intelektual (baik umum atau  khusus)

dan talent sebagai bakat-bakat khusus, misalnya dalam seni musik atau seni rupa.

Bakat-bakat tersebut terwujud meliputi :

1.    Kemampuan intelektual umum

2.    Kemampuan akademik khusus

3.    Kemampuan berpikir secara kreatif -produktif

4.    Kemampuan dalam salah satu bidang seni

5.    Kemampuan psikomotorik/kinestetik

6.    Kemampuan psikososial atau bakat kepemimpinan

 

§ Minat   : Kecenderungan seseorang atau rasa suka seseorang terhadap sesuatu.

 

Ciri-ciri Minat

Menurut Slameto ciri-ciri minat yang ada  pada diri masing-masing individu sebagai berikut :

1.    Minat tidak dibawa sejak lahir melainkan dibentuk dan dipelajari kemudian

2.    Minat dapat diekspresikan melalui suatu pertanyaan yang menunjukkan  bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lain.

3.    Minat dapat dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktifitas

4.    Minat mempunyai segi motivasi dan perasaan

5.    Seseorang yang memiliki minat terhadap suatu obyek akan cenderung  memberikan perhatian yang lebih besar terhadap obyek tersebut.

Seseorang yang memiliki minat cenderung akan lebih perhatian terhadap subyek tersebut Seseorang akan memiliki perasaan senang ketika ia melakukan  kegiatan yang diminatinya. Hal ini antara minat dengan berperasaan senang  terhadap hubungan timbal balik, sehingga akan terjadi hubungan, jika Seseorang yang  berperasaan senang maka akan berminat, begitu pula sebaliknya Seseorang  berperasaan tidak senang, maka ia cenderung tidak berminat

 

§  Potensi          : Kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan.

§  Kemampuan   :        Kecakapan yang diperoleh dari latihan-latihan.

§  Prestasi         : Kemampuan dalam bidang tertentu yang dioptimalkan

§  Hobi             : Hobi penting bagi seseorang karena membawa arti yang sangat besar bagi kehidupannya.

Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu senggang. Orang yang enjoy dengan hobinya tidak mudah mengalami stres karena hobi biasanya membawa pengaruh positif , bila kita sedang merasa sedih tidak ada teman yang membantu menghilangkan kesedihan maka lampiaskan kesedihan dengan menjalankan hobi kita, saja hobi masak, di waktu senggang kita mencoba masak kue dan kue dicoba enak maka tidak ada salahnya kue tersebut dijual ke warung-warung terdekat. Hobi hampir mirip dengan minat, tetapi masih dibawah minat. Sifatnya lebih dipengaruhi lingkungan, sering berubah-ubah dan tidak ada unsur-unsur kemampuan dasar yang dimiliki. Ada orang yang masa kecilnya punya hobi tertentu, melukis misalnya tetapi setelah besar hobinya sepak bola. Kalau melukis hanya sekedar hobi, jika tidak dikursuskan dan tidak sering dikerjakan maka akan hilang dengan sendirinya karena sudah merasa tidak tertarik lagi atau mulai tertarik pada hal lain. Berbeda dengan orang yang berbakat melukis maka dia akan terus menekuninya. 



Dari contoh diatas dapat disimpulan bahwa bakat/minat dan kemampuan sangat membantu dalam keberhasilan suatu pekerjaan/karier.